SMP Islam Manbaul Ulum Ikuti Pelatihan Sekolah Ramah Anak
Sejak tahun 2023, sekolah kita, SMP Islam Manbaul Ulum, masuk sebagai salah satu sekolah sasaran menjadi sekolah ramah anak di kabupaten Gresik. Dan pada September lalu, SMP Islam Manbaul Ulum menjadi salah satu dari 10 sekolah sasaran yang mendapat kesempatan mengikuti Bimtek (Bimbingan Teknis) modul Pengarusutamaan Gender dan pencegahan kekerasan dalam lingkungan sekolah.
Kegiatan Bimtek terselenggara berkat kerja sama antara Dinas Pendidikan Gresik, PLN Nusantara Power Up, dan Universitas Airlangga Surabaya, Jurusan Psikologi.
Tujuan utamanya adalah memperkuat kapasitas sekolah dalam:
– Menyusun modul ajar yang inklusif dan berperspektif gender
– Mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap siswa
– Mewujudkan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak
Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah konsep sekolah yang menjamin hak anak dan perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, serta menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan anak.
Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan menjadi salah satu dasar regulasi agar setiap sekolah memiliki kebijakan dan mekanisme proteksi terhadap siswa.
Dengan adanya Bimtek, sekolah diharapkan memiliki modul ajar dan strategi konkretnya, bukan sekadar regulasi di atas kertas.
Pelaksanaan Bimtek di Gresik
Kegiatan Bimtek diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan diikuti oleh guru dari 10 sekolah ramah anak di Gresik. Beberapa hal yang dilakukan dalam Bimtek:
– Sesi mengenai Pengarusutamaan Gender / Gender Mainstreaming
– Sesi khusus membahas perundungan / bullying dan kasus kekerasan siswa
– Serah terima modul ajar terkait PUG dan pencegahan kekerasan kepada sekolah-sekolah peserta
Kehadiran Bimtek Modul Pengarusutamaan Gender dan Pencegahan Kekerasan menjadi momentum penting bagi SMP Islam Manbaul Ulum untuk makin menegakkan prinsip sekolah ramah anak.
Sebagai salah satu dari 10 sekolah sasaran di Gresik, sekolah kita mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kapasitas dalam menyusun modul ajar, mencegah, dan menanggulangi kekerasan. Dengan dukungan pemerintah, PLN, dan universitas mitra, mari kita terus bergerak bersama demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan membebaskan anak dari segala bentuk kekerasan.













